Metrotvnews.com, Jakarta: Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) sebagai kawasan terintegrasi pertama di Indonesia yang dikembangkan oleh AKR Corporindo Tbk dan Pelindo 3 di Gresik, Jawa Timur,  meluncurkan klaster clean seluas 50 hektar. Klaster ini disediakan khusus untuk mengakomodasi industri makanan dan farmasi.

Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Haryanto Adikoesoemo mengatakan, JIIPE adalah pelopor clean block area dalam kawasan industri. AKR Corporindo Tbk merupakan pemilik 60 persen saham atas proyek kawasan industri terpadu JIIPE

“Di dalam kawasan industri, kami yang pertama kali terintegrasi, yang memiliki pelabuhan dan fasilitas utilitas independen. Dan saya rasa, kami yang pertama kali membuat clean block area. Kami belum melihat ada kawasan lain yang mengkhususkan untuk industri bersih,” kata Haryanto kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Sudah saatnya, kawasan industri memiliki area bersih yang sangat dibutuhkan sektor makanan dan farmasi sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertimbangan itulah yang melandasi JIIPE membangun klaster khusus.

“Kenapa JIIPE membuat klaster, karena kami percaya bahwa dengan adanya klaster maka akan timbul sinergi dan efisiensi. Nah, yang saat ini kami luncurkan adalah clean block,” ucap Haryanto.

Sejauh ini sudah ada  satu industri roti yang berinvestasi dalam clean block area JIIPE. Selasa 10 Oktober, PT AKR Corporindo Tbk memfasilitasi dialog antara para pelaku usaha dalam industri makanan dan farmasi dengan pemerintah.

Hadir dalam acara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, serta Gubernur Jawa Timur  Soekarwo. Pertemuan ini untuk mencari atas berbagai permasalahan yang dihadapi para pengusaha di kedua sektor tersebut dan mensosialisasikan keberadaan clean block area di JIIPE untuk mengakomodasi kebutuhan ekspansi maupun relokasi, khususnya ke Jawa Timur dengan populasi sejumlah 40 juta jiwa yang dapat menjadi potensi pasar cukup besar untuk dipertimbangkan.

“Beberapa industri dari Indonesia sudah ada yang tertarik untuk investasi di clean block area. Di mana untuk tahap I, klaster ini nantinya bisa menampung sekitar 12 industri,” jelas Haryanto.

Pembangunan clean block area JIIPE ini menuai apresiasi dari Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.  “Tentu kami menyambut baik adanya clean block area ini karena industri makanan dan farmasi merupakan industri yang perkembangannya cukup baik,” ucapnya.

Pembangunan klaster clean  JIIPE masih akan terus berlanjut. Tercatat saat ini, dari 1.800 hektar masterplan kawasan industri JIIPE. Dalam tahap I pengembangannya telah tersedia lahan industri seluas 300 hektar dengan perencanaan tiga klaster lainnya yang telah disiapkan untuk mengakomodasi beberapa industri, di antaranya CPO refinery dan kimia cair dalam liquid block area yang dilengkapi fasilitas piping ke dermaga curah cair, smelter area, dan multi purpose area tahap II.
(TRK)

Leave a Reply