Metrotvnews.com, Jakarta: Perekonomian Indonesia tetap tumbuh di tengah lesunya pasar global. Hal itu dikarenakan iklim investasi di Indonesia terus menggeliat dengan semakin bertumbuhnya industri dan tingkat konsumsi, termasuk daya beli masyarakat.

Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang menyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi, apalagi dengan populasi 40 juta jiwa. Pengembangan ekonomi ke Indonesia Timur yang terus digiatkan pemerintah, membuat keberadaan Jawa Timur semakin penting untuk menjadi HUB bagi Indonesia.

Itulah salah satu alasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) dibangun oleh AKR Corporindo Tvk dan Pelindo 3 di Gresik, Jawa Timur, dengan sistem klasterisasi area industri, utilitas mandiri, dan konektivitas pelabuhan laut dalam, jalur kereta api dan akses tol langsung ke kawasan industri .

“Jatim merupakan salah satu daerah paling baik untuk investasi. Sentra industri paling besar ke-2 di Indonesia, di bawah Gubernur Jawa Timur – Soekarwo dan jajarannya yang sangat pro bisnis, para investor merasa sangat nyaman dan dipermudah. Hal ini tentu menunjang kegiatan industri dan memberikan akses ke pasar domestik dan internasional, sehingga Jawa Timur menjadi destinasi yang ideal bagi pengembangan usaha di Indonesia,” kata Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Haryanto Adikoesoemo, Selasa 10 Oktober 2017.

Terlebih, lanjut Haryanto, JIIPE mendapat Kemudahan  Investasi Langsung Konstruksi (KLIK). “Jadi begitu perusahaan/investor asing menerima izin dari BKPM, bisa langsung membangun sambil paralel mengurus izin IMB.  Akses Surabaya ke JIIPE Gresik saat ini sudah ada satu Tol Manyar, dengan hanya 3,5 km dari exit Manyar, nantinya ada akses tol langsung yang saat ini juga sedang dalam proses pengerjaan dan diperkirakan selesai tahun 2019 . Kita juga minta pemerintah untuk membangun kereta ke lokasi kami agar biaya logistik dapat turun cukup signifikan,” paparnya.

Pembangunan JIIPE sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 yang mengatur semua kegiatan usaha masuk kawasan industri. Pengembangan kawasan industri di Indonesia kedepannya diarahkan terintegrasi. Langkah tersebut juga diyakini akan menciptakan efisiensi  serta berbagai macam manfaat melalui konsep terintegrasi dari hulu ke hilir, serta didukung fasilitas dan jaringan infrastruktur, utilitas, sarana dan prasarana lainnya, untuk menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing.
(TRK)

Leave a Reply